Sebagai negara dengan penduduk terbanyak ke-4 di dunia (2020), Indonesia menghadapi masalah gizi buruk untuk menyediakan akses mudah ke makanan bergizi, aman dan terjangkau sebagai salah satu dampak dari pertumbuhan ekonomi yang tidak merata.
Berbagai bentuk malnutrisi, termasuk anemia, stunting, dan defisiensi mikronutrien; merupakan tantangan kesehatan masyarakat yang utama, terutama di kalangan remaja putri, ibu hamil dan anak di bawah usia lima tahun. Pola makan khas Indonesia yang tinggi karbohidrat dan makanan bertepung juga memicu beban ganda malnutrisi, yang ditandai dengan malnutrisi bersamaan dengan kelebihan berat badan dan obesitas.