Di tengah dominasi kedelai impor, kacang koro pedang (jack bean) muncul sebagai kandidat kuat bahan baku alternatif yang berkelanjutan dan tangguh terhadap perubahan iklim. Laporan riset konsumen yang dilakukan oleh BOI Research bersama GAIN pada tahun 2025 ini membedah potensi pasar tempe koro di wilayah Jabodetabek dan Aceh, mengevaluasi aspek sensorik, efektivitas pesan pemasaran, hingga kesiapan rantai pasok B2B dan B2C. Temuan utama menunjukkan adanya peluang besar bagi formulasi campuran (70% kedelai dan 30% koro) yang mampu menyeimbangkan inovasi nutrisi dengan keakraban rasa yang disukai masyarakat, sekaligus menjadi langkah strategis untuk memperkuat kedaulatan pangan lokal.
Kajian ini mengungkapkan bahwa meskipun pasar sangat terbuka terhadap sumber protein nabati baru, keberhasilan adopsi tempe koro sangat bergantung pada inovasi tekstur dan edukasi konsumen yang konsisten mengenai keamanan serta manfaat nutrisinya. Dengan minat yang signifikan dari sektor ritel modern hingga pedagang sayur tradisional, laporan ini memberikan peta jalan bagi UMKM pangan untuk mentransformasi sistem pangan lokal menjadi lebih inklusif dan ramah lingkungan. Pelajari wawasan mendalam mengenai perilaku belanja konsumen dan strategi penetrasi pasar yang diperlukan untuk menghadirkan solusi protein masa depan yang berakar pada warisan nusantara.