Intervensi di sisi pasokan seperti regulasi dan reformulasi produk sangat penting, namun dampaknya sering kali terhambat karena perubahan di sisi permintaan tidak bergerak dengan kecepatan yang sama. Pilihan pangan masyarakat bersifat kultural dan dibentuk oleh identitas, memori, serta pengalaman sehari-hari—bukan oleh instruksi semata. Dokumen ini mengangkat kesuksesan eksperimen Walking Tour di Jakarta sebagai bukti nyata bagaimana pengalaman menyusuri pasar tradisional dan warung kaki lima dapat membingkai ulang pangan bukan sekadar sebagai komoditas, melainkan sebagai wujud kepedulian, tanggung jawab, dan nilai kehidupan.